Resum Sosiologi Berdasar SKL

RESUME MATERI  SOSIOLOGI

BERDASAR STANDAR KETUNTASAN LULUSAN (SKL)

TAHUN 2007/2008

Oleh : Drs Cipto Lelono M.A

Guru Sosiologi SMAN 5 Magelang

Ketua Umum Indonesian Sociology Teachers Association (ISTA)

INTERAKSI SOSIAL

A.POSES INTERAKSI SOSIAL

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok.

Adapun proses interaksi sosial ditandai dengan adanya tindakan sosial seseorang terhadap orang lain.  Terdapat tiga jenis tindakan sosial :

  1. Instrumental-rasional yaitu tindakan sosial yang dilakukan dengan mempertimbangkan antara cara dan tujuan yang akan dicapai. Contoh : seorang siswa memilih jurusan IPA atau IPS
  2. Irasional yaitu tindakan sosial yang berorientasi pada system nilai tertentu. Tindakan jenis ini tidak mempertimbangkan asas manfaat maupun tujuanya. Contoh : Nyadran  Bagi sebagian masyarakat Jawa Tengah
  3. Tradisional yaitu tindakan sosial tindakan seseorang yang berdasar pada tradisi yang telah ada. Tindakan ini tidak memperhitungkan proses dan tujuanya. Contoh : hormat kepada orang tua, sopan kepada guru

B. SYARAT INTERAKSI SOSIAL

Ada dua syarat interaksi sosial  :

  1. Kontak sosial ( social contact ) yaitu hubungan sosial  yang terjadi antara seseorang dengan orang lain secara fisik yang lebih melibatkan panca indra. Ada dua jenis kontak yaitu kontak primer dan sekunder. Kontak primer artinya hubungan sosial terjadi secara langsung dan saling bertatap muka. Sedangkan kontak primer kontak sosial yang menggunakan perantara seperti televise,radio,handphone dll
  2. Komunikasi ( communication ) yaitu  kontak sosial yang diarahkan pada penyampaian pesan kepada orang lain melalui pembicaraaan,gerak-gerik badan maupun sikap yang ditunjukkan. Penyampaian pesan tersebut dapat secara langsung maupun melalui alat Bantu.

C. BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Gillin and Gillin menjelaskan ada dua bentuk interaksi sosial :

  1. process of association ( proses asosiatif ) yaitu proses interaksi sosial yang mengarah pada penyatuan
  2. process of dissociation ( proses dissosiatif ) yaitu proses interaksi sosial yang mengarah pada pemisahan

Proses assosiatif dibagai dalam berbagai bentuk :

  1. Kerjasama ( cooperation ) yaitu interaksi sosial yang terjadi karena saling mempunyai kepentingan yang sama guna mencapai tujuan bersama.

Dalam pelaksanaannya kerjasama dibedakan menjadi empat :

a. Bargaining (tawar menawar) yaitu pelaksanaan perjanjian tentang pertukaran barang dan jasa antara dua kelompok atau lebih

b. Cooptation (kooptasi) yaitu penerimaaan unsure-unsur baru dalam kepemimpinan suatu organisasi dengan tujuan menghindari terjadinya kegoncangan organisasi

c.  Coalition ( koalisi ) yaitu gabungan dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Kerjasama dalam bentuk ini biasanya bersifat sementara.

d.  Joint venture yaitu kerjasama dalam usaha proyek-proyek tertentu

2. Akomodasi ( Accomodation ) yaitu suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan  tanpa menghilangkan kepentingan fihak lawan

Akomodasi mempunyai tujuan : a) mengurangi pertentangan akibat perpedaan paham b) mencegah meletusnya pertentangan untuk sementara waktu c) mewujudkan kerjasama antar dua kelompok yang bertikai akibat perbedaan yang dimiliki

Akomodasi mempunyai beberapa bentuk antara lain :

a.Coercion yaitu bentuk akomodasi yang  dilaksanakan karena ada paksaan

b.Compromisse yaitu bentuk akomodasi yang ditandai dengan sikap mengurangi tuntutanya masing-masing

c. Toleransi yaitu sikap saling menghargai perbedaan masing-masing

d. Arbitrasi yaitu penyelesaian konflik melalui fihak ketiga yang dipilih oleh fihak- fihak yang bertikai dengan keputusan mengikat

e. Mediasi yaitu penyelesaian konflik dengan mengundang fihak ketiga yang netral yang berfungsi sebagai penengah. Keputusan tidak mengikat.

f. Ajudikasi yaitu penyelesaian konflik yang dilakukan di pengadilan

3.  Asimilasi yaitu proses sosial yang ditandai dengan langkah mengurangi perbedaan yang ada dalam berbagai kelompok yang ada guna mencapai tujuan bersama.

Proses dissosiatif dibagi dalam dua bentuk :

  1. Persaingan (competition) yaitu proses sosial yang ditandai dengan adanya saling berlomba untuk mencapai tujuan tertentu.  Persaingan merupakan proses sosial yang lebih adil dan produktif dibanding dissosiatif lainnya
  2. Kontravensi yaitu proses sosial yang berada dalam kondisi antara persaingan dan pertentangan. Contoh : rasa tidak percaya, saling curiga, terror,saling memfitnah
  3. Konflik yaitu proses interaksi sosial yang ditandai dengan langkah  menyingkirkan fihak lain yang dianggap sebagai penghalang.

D. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial :

  1. Imitasi yaitu proses sosial seseorang yang hanya mengikuti atau meniru orang lain tanpa mengerti apa yang diikutinya. Proses imitasi pertama kali seorang anak terjadi di keluarga. Proses imitasi ada yang berdampak positif maupun negative.
  2. Identifikasi adalah  upaya yang dilakukan individu untuk menjadi sama(identik) dengan individu lain yang ditirunya. Hal tersebut biasanya didorong oleh rasa kagum. Identifikasi erat hubunganya dengan imitasi.
  3. Simpati yaitu proses kejiwaan seseorang yang merasa tertarik terhadap orang lain atau kelompok lain karena sikap,penampilan maupun perbuatanya
  4. Motivasi yaitu dorongan yang mendasari seseorang melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan yang rasional. Biasanya motivasi diberikan oleh orang yang mempunyai status sosial yang lebih tinggi.
  5. 5. Empati yaitu proses kejiwaan seseorang untuk larut dalam perasaan orang lain baik suka maupun duka.

A. Nilai sosial

1. Jenis-jenis nilai sosial :

Notonagoro mengelompokkan nilai sosial menjadi tiga macam :

  1. Nilai material yaitu segala sesuatu yang dianggap berguna bagi jasmani manusia
  2. Nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan kegiatan
  3. Nilai kerohanian yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.

Nilai kerohanian dibagi menjadi empat macam :

1. Nilai kebenaran yaitu nilai yang berorintasi benar atau salah. Nilai kebenaran bersumber pada akal manusia.

2. Nilai keindahan yaitu nilai yang berorientasi pada karya seni. Nilai keindahan  bersumber pada perasaan manusia (estetika)

3. Nilai moral ( kebaikan ) yaitu nilai yang berorientasi pada baik atau buruk.Nilai moral bersumber kehendak manusia (etika)

4. Nilai relegius yaitu nilai yang berhubungan dengan agama.   Nilai ini  bersumber pada Tuhan

2. Fungsi nilai sosial

  1. Sebagai seperangkat alat yang dipakai untuk menetapkan harga diri pribadi atau kelompok.
  2. Sebagai alat pengawas, daya tekan,daya pengikat untuk berbuat baik.
  3. Sebagai alat solidaritas bagi suatu kelompok dan masyarakat
  4. Sebagai arah dalam berfikir dan bertingkahlaku secara ideal
  5. Sebagai tujuan akhir dalam memenuhi peranan-peranan sosialnya.

B. Norma sosial

1. Jenis-jenis norma sosial

  1. Cara (usage) yaitu norma yang lebih menunjuk pada suatu perbuatan di dalam hubungan antar individu. Norma cara mempunyai daya ikat yang sangat lemah di antara norma lainya. Penyimpangan terhadap norma ini tidak mengakibatkan hukuman yang berat tetapi hanya berupa ejekan,celaan maupun cemoohan. Contoh: cara makan berdecap(bersuara).
  2. Kebiasaan (folkways) yaitu norma yang mempunyai sangksi lebih berat disbanding norma cara. Norma kebiasaan muncul karena perbuatan yang diulang-ulang.Pelanggaran terhadap norma ini bentuknya adalah teguran Contoh : makan dengan tangan kanan.
  3. Tata kelakuan (mores) yaitu norma yang didasarkan pada tata kelakuan yang telah diterima oleh masyarakat. Norma ini merupakan alat control bagi anggota masyarakat yang bersifat mengikat. Intinya anggota masyarakat harus menyesuaikan diri dengan tata kelakuan yang telah ada di masyarakatnya. Pelanggaran terhadap norma ini lebih berat disbanding norma kebiasaan. Contoh larangan mencuri,berzina dll. Pelanggaran terhadap tata kelakuan tersebut dapat dihakimi masa, diusir dari daerahnya.
  4. Adat istiadat (costum) yaitu norma yang didasarkan pada adat istiadat. Norma ini muncul dari tataa kelakuan yang makin diterima oleh masyarakat, sehingga menjadi adat istiadat. Sangsi norma ini lebih berat disbanding norma tata kelakuan. Sangsinya bias berupa tekanan sosial seperti pengucilan, pengusiran.
  5. Hukum (law) yaitu norma yang didasarkan pada aturan yang yang lebih tegas. Norma hokum dapat berbentuk hokum tertulis maupun tidak tertulis. Norma ini merupakan norma yang memiliki sangsi paling berat. Sebab sangsinya dapat berupa denda, penjara bahkan hukuman mati.

Kelima jenis norma tersebut didasarkan pada tingkatan sangsi bagi pelanggarnya.

Selain lima jenis norma di atas, terdapat juga norma yang diakui dan berkembang dimasyarakat :

  1. Norma kesusilaan  yaitu norma yang bersumber pada hati nurani manusia mengenai apa yang dianggap baik maupun buruk. Pelanggaran terhadap norma jenis ini selain mendapat guniingan,biasanya berupa pertentangan dalam dirinya sendiri. Contoh durhaka kepada orang tua, aniaya terhadap anak yatim dll.
  2. Norma agama yaitu norma yang bersumber dari agama. Norma ini mengatur pemeluknya untuk taat pada ajaran agamanya. Pelanggaran terhadap ajaran agama tidak secara langsung kelihatan bentuk sangsinya di dunia, tetapi nanti di akherat.
  3. Norma kesopanan yaitu aturan yang mengajarakan orang bersikap sopan kepada orang lain

2. Fungsi norma sosial

a. Sebagai petunjuk dalam bersikap dan bertindak

b. Sebagai pendorong seseorang dan masyarakat mencapai nilai sosial yang dipedomani

c. Sebagai pengendali dalam hidup bermasyarakat

C. Keteraturan dan tertib sosial

Keteraturan sosial adalah suatu lkeadaan di mana hubungan-hubungan sosial berlangsung dengan selaras,serasi dan harmonis berdasar pada nilai dan norma yang berlaku.

Terwujudnya keteraturan sosial di masyarakat memerlukan persyaratan antara lain :

  1. adanya kesadaran anggota masyarakat tentang arti pentingnya menciptakan keteraturan
  2. adanya norma sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
  3. adanya aparat penegak hokum yang konsistendalam menjalnkan tugas dan fungsinya

Bentuk konkret keteraturan sosial adalah tercapainya keselarasan dalam membangun interaksi sosial antar anggota masyarakat, sehingga tercipta tertib sosial di masyarakat.

SOSIALISASI

A.Proses sosialisasi

Sosialisasi adalah proses belajar budaya yang dilakukan seseorang untuk berbuat berdasar pola kelakuan yang ada di lingkunganya. Horton & Hunt mendefinisikan proses dimana seseorang menginternalisasikan norma-norma kelompok tempat ia hidup, sehingga berkembang menjadi pribadi yang unik.

Melalui proses sosialisasi seseorang menyerap pengetahuan, kepercayaan, nilai-nilai, norma, sikap dan keterampilan serta kebudayaan masyarakatnya.

  1. 1. Proses sosialisasi
    1. Conditioning yaitu proses sosialisasi yang dilakukan oleh seseorang melalui situasi lingkungannya. Melalui lingkungan ini seseorang mempelajari pola kebudayaan yang fundamental misalnya bahasa,cara berjalan,cara duduk,cara makan maupun tingkah laku.
    2. Komunikasi dan interaksi yaitu proses sosialisasi yang terjadi melalui komunikasi dan hubungan sosial dengan anak-anak hingga orang tua. Melalui proses ini seseorang dapar memperoleh kebiasaan yang menjadi bekal pergaulan. Selanjutnya diharapkan ia belajar menemukan jati dirinya dan menjadi pribadi yang diharapkan oleh masyarakatnya.
    3. 2. Bentuk-bentuk sosialisasi

Ada dua bentuk sosialisasi  yaitu sosialisasi primer dan sekunder.

  1. Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang terjadi di lingkungan terjadi di lingkungan keluarga. Proses ini merupakan paling dasar dan berlangsung pada masa kanak-kanak (0-5th).Pada sosialisasi tersebut anak mengenal terhadap lingkungan terdekatnya seperti ibu,bapak,kakek,nenek,paman,bibi dll.
  2. Sosialisasi sekunder adalah sosialisasi yang memerlukan orang lain di luar keluarga seperti teman sebaya,teman sekolah, dan teman bermain. Dalam sosialisasi sekunder seseorang belajar mengadopsi sikap,perilaku,symbol-simbol sosial,nilai,norma dan pola kelakuan yang ada di masyarakat.
  3. 3. Media sosialisasi

a.Keluarga

Keluarga merupakan media sosialisasi pertama bagi setiap individu. Pemeran utama dalam proses ini adalah orang tua. Melalui keluarga anak memperoleh dasar-dasatr pergaulan hidup yang benar untuk bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Individu menyerap tentang tatakrama dalam bergaul, etika, disiplin,kejujuran dll.

Sebagai media sosialisasi keluarga mempunyai beberapa fungsi manifest (nyata) al : ekonomi, afeksi (kasih sayang), proteksi (perlindungan),reproduksi(pemenuhan kebutuhan biologis ).

b.Sekolah

Sekolah merupakan media sosialisasi yang juga penting. Robert Dreeben menjelaskan peran sekolah dalam sosialisasi selain membaca,menulis,berhitung juga terdapat beberapa hal yang diperoleh siswa antara lain : kemandirian, pengembangan daya nalar (power reasioning),prestasi,perlakuan yang sama (universalisme).

c.Teman sepermainan

Selain sekolah, teman bermain juga merupakan media sosialisasi. Melalui media ini seorang anak belajar berinteraksi dengan orang lain yang sebaya, nilai-nilai keadilan maupun aturan main yang mengatur orang-orang yang sederajad.

Ada beberapa peran penting teman bermain dalam pembentukan kepribadian :

  1. Individu merasa aman dalam kelompok perhabatan
  2. Memperoleh penghargaan dari teman sebaya (self esteem)
  3. Media mencurahnya rasa senang,sedih,kecewa,kawatir dll
  4. Melatih bersikap dewasa

d.Media masa

Media masa merupakan media sosialisasi yang penting karena dapat membantu memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang norma-norma dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Media masa dapat pula digunakan untuk mempengaruhi bahkan mengubah pendapat umum.

4.Sosialisasi sebagai pembentuk kepribadian

Kepribadian (personality) adalah watak khas yang dimiliki oleh seseorang sehingga membedakan dengan orang lain. Kebiasaan,perilaku,cara berfikir,cara bersikap merupakan aspek-aspek  dalam kepribadian.

Kepribadin diperoleh melalui proses sosialisasi.

a. Faktor-faktor pembentuk kepribadian

1.Warisan biologis yaitu kepribadian yang diperoleh karena warisan orang tua. Jadi  bersifat genetika

2.Lingkungan alam yaitu kepribadian yang dibentuk oleh kondisi alam yang dihadapi

3.Lingkungan sosial yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial seperti keluarga,teman sepermainan,sekolah,masyarakat. Lingkungan sosial merupakan factor penting dalam pembentukan kepribadian.

b. Tahap-tahap terbentuknya kepribadian

1. Imitation stage (tahap peniruan) yaitu tahap dimana individu hanya menirukan  perilaku tertentu tanpa mengetahui maksud dan tujuanya.

2. Play stage (tahap bermain) yaitu tahap dimana individu mulai mengambil peran   orang yang berada di sekitarnya.

3. Game stage (tahap bermain peran) yaitu seseorang individu berusaha mengetahui peran yang harus ia jalankan termasuk peran orang lain.

4. Generalized others ( tahap umum lainya) yaitu tahap di mana seorang inidividu sudah mampu mengambil perananan yang ada di masyarakat. Pada tahap ini ia telah mampu menjalin interaksi dengan orang laian karena ia telah memahami peranannya sendiri maupun peranan orang lain.

c.  Sosialisasi nilai dan norma dalam pembentukan kepribadian

Sosialisasi berperan dalam membentuk kepribadian seseorang. Kepribadian seseorang dipengaruhi nilai dan norma sosial yang berlaku di lingkungan sosialnya. Nilai dan norma yang berlaku diperkenalkan kepada generasi selanjutnya melalui proses sosialisasi. Melalui proses sosialisasi nilai dan norma yang ada di masyarakat akan lestari. Dalam proses panjang inilah kepribadian seseorang akan terbentuk.

A. Terjadinya perilaku menyimpang sbg akibat sosialisasi tidak sempurna

Perilaku menyimpang (deviation) berhubungan dengan istilah conformity yang berarti proses penyesuaaian diri dengan masyarakat dengan mengindahkan kaidah maupun nilai-nilai yang ada di dalamnya.

Setiap individu berada dalam peruses sosialisasi dalam pembentukan kepribadiannya.  Namun apabila proses yang dialami tidak berjalan sempurna,individu merasa gagal dan tidak mempunyai memhami norma-norma yang berlaku,sehingga perilakunya mengarah pada ketidaktaatan terhadap norma-norma yang ada.

Ada beberapa sebab terjadinya perilaku menyimpang sebagai akibat sosialisasi tidak sempurna antara lain kesulitan komunikasi, perbedaan pola tingkah laku,tidak adanya konsep diri.

B. Jenis perilaku menyimpang

1. Berdasarkan tujuan

Perilaku menyimpang berdasarkan tujuan dibagi menjadi dua yaitu penyimpangan yang positif dan penyimpangan yang negative. Penyimpangan positif adalah perilaku yang

berbeda dengan sikap dan pendapat umum masyarakat. Tetapi penyimpanganya berdampak positif. Contoh : emansipasi wanita oleh RA Kartini.

Sedangkan penyimpangan negative adalah perilaku yang melangar norma yang ada di masyarakat. Contoh mencuri dll

2. Berdasarkan sifatnya dibagi menjadi penyimpangan primer (primary deviation) dan penyimpangan sekunder (secondary deviation). Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang tidak diulang. Sedangkan penyimpangan sekunder adalah penyimpangan yang diulang-ulang.

3. Berdasarkan jumlah pelakunya dibedakan menjadi penyimpangan individual (individual deviation) dan penyimpangan kolektif ( group deviation )

PENGENDALIAN

SOSIAL

Pengendalian sosial adalah proses yang dilakukan untuk mengajak,membimbing bahkan memaksa masyarakat untuk mematuhi nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

A. Fungsi pengendalian sosial adalah menggiring masyarakat mentaati nilai norma yang ada di masyarakat baik dengan kesadaran sendiri maupun dengan paksaan.

B. Sifat pengendalian sosial

1. preventif yaitu pengendalian sosial yang dilakukan sebelum terjadinya penyimpangan

Tujuannya agar tidak terjadi penyimpangan sosial

2. represif yaitu pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadi penyimpangan sosial.

Tujuannya untuk menekan terjadinya penyimpangan sosial

C. Cara pengendalian

1.Koersif (paksaan) yaitu cara yang menekankan pada ancaman maupun kekerasan.    Tujuanya agar pelaku penyimpangan jera.

2.Persuasif yaitu cara yang dilakukan dengan tidak melakukan paksaan. Sifat pengendalian ajakan,himbauan,motivasi agar bertindak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat

3.Compulsion yaitu langkah pengendalian  yang sengaja dibuat dengan menciptakan suasana  tertentu sehingga seseorang terpaksa mentaati nilai dan norma yang ada.

4.Pervasion yaitu langkah pengendalian dengan cara menyampaikan berulang-ulang dan terus menerus nilai dan norma yang ada dapat dipahami masyarakat.

D. Peran Lembaga Pengendalian Sosial

1.Polisi yaitu berperan menjaga dan gangguan sosial yang berbentuk kamtibmas

2.Pengadilan yaitu berperan menyelidiki,mengusut dan menjatuhkan hukuman kepada pelaku penyimpangan

3.Lembaga Adat yaitu berperan mengawasi dan mengajak masyarakat untuk mempertahankan adat istiadat yang menjadi milik masyarakatnya. Sangsi terhadap pelanggaran dapat berupa sangsi adat yang telah disepakati.

4.Tokoh masyarakat yaitu berperan memberikan nasehat,himbauan,ajakan,bimbingan teguran kepada anggota masyarakat agar mentaati nilai-dan norma yang ada.

5.Sekolah yaitu  menanamkan kedisiplinan kepada para siswa agar mentaati aturan sekolah dan masyarakat

6.Keluarga yaitu berperan menanamkan nilai kejujuran,disiplin dan tanggungjawab kepada anggota keluarganya untuk mentaati nilai dan norma di masyarakat.

STRATIFIKASI SOSIAL

A.  Pengertian

Pitirin Sorikin mendefinisikan stratifikasi sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.

B.  Dasar stratifikasi sosial

1. Kekayaan yaitu pembedaan lapisan sosial atas dasar kekayaan. Dalam hal ini seseorang yang ekonominya kuat ditempatkan pada lapisan sosial paling atas.

2. Kekuasaan yaitu seseorang yang memiliki kekuasaaan besar ia mendapatkan lapisan sosial paling atas.

Menurut Mac Iver pelapisan sosial yang didasarkan kekuasaan/politik dibedakan menjadi tiga pola :

a.Sistem kasta yaitu system kekuasaan yang dilaksanakan kaku. Sifat pelapisan ini adalah tertutup ( closed ).Tipe pelapisan ini terdapat pada masyarakat Hindu di Bali.

b.Sistem oligarki yaitu lapisan kekuasaan yang didasarkan pada kebudayaan masyarakat tersebut.  Pada system ini perbedaan antar kelas sosial tidak begitu mencolok. Tipe ini ada pada masyarakat feodal yang sudah berkembang

c.Sistem demokrasi yaitu lapisan kekuasaan dengan garis antar lapisan bersifat sangat mobil. Skill dan kemampuan seseorang yang paling menentukan dalam memperoleh lapisan atas.

3. Kehormatan yaitu pelapisan sosial yang didasarkan pada seseorang yang disegani di masyarakat. Seseorang yang paling disegani diatempatkan pada lapisan sosial paling atas. Sistem sosial ini kita dapati pada masayarakat tradisional.

4. Pendidikan yaitu pelapisan sosial yang didasarkan pada pendidikan. Seseorang yang memiliki pendidikan tinggi ditempatkan pada lapisan sosial tinggi di masyarakat.

C. Bentuk-bentuk stratifikasi sosial

Proses terbentuknya stratifikasi ada dua :

  1. Stratifikasi sosial yang terbentuk dengan sendirinya. Pada proses ini stratifikasi sosial berjalan secara alamiah tanpa ada kesengajaan. Terbentuknya pelapisan sosial berdasarkan pada usia,keturunan,jenis kelamin,kepandaian,keluarga maupun keturunan.
  2. 2. Stratifikasi sosial yang sengaja dibentuk. Pada proses ini memang ada kesengajaan yang dilakukan untuk membuat stratifikasi sosial. Tujuannya adalah untuk pembagian kekuasaan dan wewenang. Contoh pemerintah,perusahaan,partai politik.

Berdasar proses terbentuknya tersebut dapat diketahui bahwa bentuk-bentuk stratifikasi digolongankan menjadi dua yaitu stratifikasi terbuka (open stratification) dan tertutup         ( closed stratification).

  1. Stratifikasi terbuka yaitu pelapisan sosial yang tidak membatasi anggotanya melakukan perindahan kelas sosial. Setiap orang memungkinkan menempati lapisan atas berdasar kemampuan yang dimiliki.
  2. Stratifikasi tertutup yaitu system pelapisan sosial yang membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari atu lapisan ke lapisan lain.

Ciri-ciri lapisan sosial terttutup antara lain :

1. keanggotaan diperoleh dari keturunan

2. keanggotaan yang diwariskan berlaku seumur hidup

3. perkawinan bersifat endogamy

4. hubungan dengan anggota lain bersifat terbatas

DIFERENSIASI SOSIAL

Parameter diferensiasi sosial

Diferensiasi sosial adalah perbedaan anggota suatu masyarakat dalam berbagai aspek yang bersifat horizontal.  Adapun parameter yang dapat digunakan dalam diferensiasi sosial meliputi :

a. Jenis kelamin

Secara sosial laki dan perempuan merupakan perbedaan kodrati yang hanya bersifat fisik. Dengan demikian secara hak maupun kewajiban secara sosial baik yang berkaitan dengan status sosial, peran sosial di masyarakat berada dalam keberadaan yang sama. Perbedaan pokoknya adalah pada kodratnya masing-masing.

b. Ras

Ras merupakan sekelompok manusia yang memiliki cirri-ciri fisik yang sama. Sehingga ras lebih menunjuk pada cirri-ciri fisik bukan budaya.

Terdapat tiga kelompok ras yang dominant di dunia :

  1. Kaukasoid dengan cirri-ciri fisik bentuk rambut berombak, warna rambut pirang,mata kebiru-biruan,mempunyai tinggi badan sekitar 175 cm, berkulit putih, hidung mancung.
  2. Mongoloid dengan cirri-ciri fisik bentuk rambut lurus,warna rambut hitam,kulit berwarna kuning,bermata sipit
  3. Negroid dengan cirri-ciri fisik bentuk rambut keriting,mata bulat,warna kulit hitam

c. Agama

Agama juga termasuk salah satu parameter perbedaan yang ada di masyarakat. Keberadaan agama yang ada diakui sama kedudukanya, walaupun pada masing-masing agama mempunyai kebenaran subyektif pada masing-masing pengikutnya.

d. Suku bangsa (etnis)

Suku bangsa adalah sekelompok manusia yang menempati suatu wilayah sosial (social region) dalam waktu lama dan mempunyai kesamaan budaya dan adat istiadat.

Aneka ragam suku bangsa yang ada merupakan bukti perbedaan yang berkaitan dengan budaya dan adat istiadat. Maisng-masing suku bangsa mempunyai perbedaan baik budaya maupun adat istiadat.

e. Profesi dan system mata pencaharian

Di masyarakat mempunyai perbedaan profesi. Masing-masing profesi satu sama lain saling membutuhkan. Demikian tentang mata pencaharian juga beraneka ragam. Dari berburu,bercocok tanam,berdagang,industri dll saling membutuhkan satu dengan lainya.

f.  Klan

Klan adalah perbedaan yang didasarkan pada alur keturunan (kekerabatan). Di masyarakat kita terdapat beberapa klan. Patrilineal (garis keturunan bapak) berkembang di Batak, Matrilineal(garis keturunan ibu) berkembang di Minagkabau, Bilateral (garis keturunan ayah dan ibu) berkembang di Jawa dan Sunda, Ambilineal ( garis keturunan yang kadang-kadang ditarik dari ayah, kadang-kadang dari ibu) yang berkembang di Dayak.

A. Faktor penyebab

Secara umum ada beberapa penyebab terjadinya konflik :

  1. Adanya perbedaan kepribadian. Perbedaan ini muncul karena perbedaan latar belakang agama,bahasa maupun budaya
  2. Adanya perbedaan pendirian. Perbedaan ini muncul akibat perbedaan pandangan terhadap sesuatu yang ada dan muncul di masyarakat
  3. Perbedaan kepentingan baik secara individu maupun kelompok
  4. Adanya perubahan sosial yang cepat yang berdampak pada perubahan system nilai dan norma

B. Bentuk-bentuk konflik

  1. Konflik pribadi yaitu konflik yang terjadi antara seseorang dengan orang lain
  2. Konflik antar kelas yaitu pertentangan antar kelas sosial yang ada di masyarakat
  3. Konflik rasial yaitu pertentangan yang terjadi antar ras
  4. Konflik politik yaitu pertentangan antar kelompok politik
  5. Konflik internasional konflik yang terjadi antar negara

C. Upaya mengatasi konflik

  1. Konsiliasi(consiliation) yaitu penyelesaian konflik dengan cara pencapaian kesepakatan damai antar fihak yang bertikai.
  2. Perwasitan(arbitration) yaitu penyelesaian konflik dengan cara mengahadirkan fihak ketiga yang telah disetujui oleh kedua belah fihak sebagai penengah. Biasanya fihak ketiga yang ditunjuk memiliki wewenang atau kekuasaan kepada fihak-fihak yang bertikai.Hasilnya mengikat  fihak yang bertikai
  3. Mediasi (mediation) yaitu penyelesaian konflik dengan menghadirkan fihak ketiga sebagai penengah,tetapi fihak ketiga tidak mempunyai kewenangan atau kekuasaan terhadap fihak-fihak yang bertikai. Hasilnya tidak mengikat
  4. Paksaan (coercion) yaitu penyelesian konflik dengan cara memaksa baik fisik maupun psikologis. Cara ini dilakukan pada kasus pertikaian yang tidak imbang antar kedua fihak yang bertikai.

D.  Pengaruh interseksi dan konsolidasi terhadap integrasi sosial

Interseksi sosial adalah himpunan beberapa kelompok sosial yang merasa memiliki kesamaan kepentingan di tengah perbedaan yang mereka miliki. Sedangkan konsolidasi adalah langkah untuk menata ulang kelompok-kelomok sosial yang mengalami perpecahan atau pertikaian. Konsolidasi merupakan upaya meminimalkan terjadinya pertentangan. Baik interseksi sosial maupun konsolidasi diharapkan dapat mewujudkan integrasi sosial yaitu kesatuan sosial yang terdiri dari beberapa kelompok sosial yang berbeda-beda, tetapi mempunyai kesamaan yang lebih bersifat makro.

A. Faktor penyebab mobilitas sosial

1. Kebudayaan

Kebudayaan menjadi salah satu factor pendorong dan penghambat mobilitas sosial. Apabila kebudayaan masih tradisional akan menhambat, tetapi bila kebudayaan masyarakat sudah maju akan mendorong mobilitas sosial. Contoh: transportasi,komunikasi dll.

2. Lingkungan sosial

Apabila lingkungan sosial bersifat tertutp akan menghambat mobilitas,sebaliknya jika lingkungan sosial bersifat terbuka akan memperlancar.

3. Ekonomi

Apabila masyarakat taraf ekonominya kekurangan akan menghambat mobilitas,sebaliknya apabila taraf ekonominya baik akan memperlancar.

4. dll

B. Bentuk-bentuk mobilitas sosial

1. Mobilitas sosial horizontal yaitu perpindahan status seseorang dari suatu kelompok sosial  ke kelompok lain yang sederajad.

2. Mobilitas sosial vertical yaitu perpindahan status seseorang yang tidak sederajad.

Mobilitas sosial vertical dibagi menjadi dua :

a. Social climbing yaitu naiknya stutus sosial seseorang  dari status sosial sebelumnya

b. Social sinking yaitu turunya status sosial seseorang dari status sosial sebelumnya

3. Mobilitas sosial antar generasi yaitu mobilitas yang ditandai dengan adanya perkembangan taraf hidup atau status sosial daam suatu garis keturunan.

Mobilitas sosial antar generasi dibagi dua :

a. Mobilitas intergenerasi yaitu perpindahan status sosial seseorang atau kelompok yang terjadi dalam generasi yang berasal satu keturunan. Mobilitas ini dibagi dua yaitu intergenerasi naik dan turun.

b. Mobilitas intragenerasi yaitu perpindahan status sosial seseorang atau kelompok dalam satu generasi yang sama. Moilitas dibagi menjadi dua yaitu intragenerasi naik dan turun.

C. Saluran-saluran mobilitas sosial

1. Angkatan bersenjata

2. Lembaga keagamaan

3. Lembaga Pendidikan

4. Organisasi politik

5. Organisasi ekonomi

6. Organisasi keahlian

  1. A. Pengertian Perubahan Sosial

Pengertian perubahan sosial menurut beberapa ahli sosial sebagai berikut :

v               Kingsley Davis

Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

v               William F. Ogburn

Peruabahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur immaterial.

v               Mac Iver

Perubahan sosial adalah peruabahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan  (social relation) atau peruabahan perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.

v               Gillin dan Gillin

Peruabahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.

v               Selo Soemardjan

Perubahan sosial adalah perubahan yagn terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalam nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilakunnya di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

  1. B. Proses Terjadinya Perubahan Sosial

Proses-proses terjadinya perubahan sosial sebagai berikut :

v               Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan kepada orang perorangan yang lain dan dari masyarakat ke masyarakat lain.

Terdapat dua macam difusi, yaitu :

a)      Intrasociety diffusion, yaitu difusi yang terjadi di antara anggota dan individu dalam satu masyarakat.

b)      Intersociety diffusion, yaitu yang terjadi dari satu masyarakat kepada masyarakat lain.

Proses difusi dapat berlangsung melalui tiga cara, antara lain :

a)      Penetration pacifique (secara damai).

b)      Melalui paksaan atau kekerasan.

c)      Melalui simbiotik atau proses hidup secara berdampingan.

v               Akulturasi adalah proses penerimaan unsur-unsur kebudayaan baru dari luar secara lambat dengan tidak menghilangkan sifat khas kepribadian kebudayaan sendiri.

v               Asimilasi adalah suatu proses penerimanaan unsur-unsur kebudayaan dari luar yang bercampur dengan unsur-unsur kebudayaan lokal menjadi unsur kebudayaan baru yang berbeda.

  1. C. BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL
    1. 3. Perubahan Evolusi dan Revolusi

v      Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama, dan terdapat suatu rentetan perubahan-perubahan kecil yang mengikutinya serta terjadi tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Contoh perubahan masyarakat berburu menjadi masyarakat meramu. Tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu :

  1. a. Unilinier Theories of Evolution

Teori ini menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan seusai tahap-tahap tertentu, dari yang sederhana menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna.

  1. b. Universal Theory of Evolution

Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap.

  1. c. Mulitlined Theories of Evolution

Teori ini menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat.

v      Perubahan revolusi adalah perubahan-perubahan mengenai sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat atau lembaga kemasyarakatan yang berlangsung secara cepat. Adanya revolusi sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan. Syarat-syarat terjadinya revolusi antara lain :

a)      Adanya keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.

b)      Adanya pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat tersebut.

c)      Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan dan rasa tidak puas masyarakat yang kemudian dijadikan program atau arah bagi geraknya masyarakat.

d)      Pemimpin tersebut mampu menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat.

e)      Adanya momentum yang tepat untuk revolusi.

  1. 3. Perubahan Berencana dan Perubahan Tidak Berencana

v               Perubahan berencana adalah perubahan yang dikehendaki, diperkirakan dan direncanakan sebelumnya oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakan agent change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga kemasyarakatan. Contoh perubahan berencana adalah pembangunan tata kota, gerakan imunisasi nasional, program keluarga berencana, dan lain-lain.

v               Perubahan tidak berencana adalah perubahan yang tidak dikehendaki yang berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat serta dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan oleh masyarakat. Contoh meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan di kota-kota besar, terjadinya banjir akibat penebangan liar, dan lain-lain.

  1. 3. Perubahan Berpengaruh Kecil dan Perubahan Berpengaruh Besar

v               Perubahan berpengaruh kecil adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur sosial budaya yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan mode rambut, mode pakaian, dan lain-lain.

v               Perubahan berpengaruh besar adalah perubahan yang mengakibatkan terjadinya perubahan pada struktur kemasyarakatan, hubungan kerja, sistem mata pencaharian, dan stratifikasi masyarakat. Contoh berubahnya masyarakat agraris menjadi industrialisasi.

Namun, secara umum perubahan sosial dapat pula dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu :

  1. Progres adalah perubahan yang membawa ke arah kemajuan sehingga bisa menguntungkan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Bentuk progres dapat dibedakan :

a)      Planned progress yaitu kemajuan yang direncanakan. Contoh pembangunan listrik desa, intensifikasi pertanian, modernisasi, dan lain-lain.

b)      Unplanned progress adalah kemajuan yang tidak direncanakan. Contoh akibat Gunung Merapi meletus menyebabkan warga masyarkat semakin makmur dengan sawah pertanian yang bertambah subur serta tambang pasir semakin melimpah untuk ditambang.

  1. Regres adalah perubahan sosial yang membawa ke arah kemunduran sehingga kurang menguntungkan bagi masyarakat, seperti peperangan yang berakibat hancurnya barang-barang perabot, dan sarana infrastruktur masyarakat serta binasanya ribuan anak manusia.
  1. 2. FAKTOR PENDORONG DAN PENGHAMBAT PERUBAHAN SOSIAL
    1. A. Faktor pendorong terjadinya perubahan sosial antara lain :

v               Kontak dengan budaya lain.

v               Sistem pendidikan formal yang maju.

v               Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat (open stratification).

v               Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang lain.

v               Penduduk yang heterogen.

v               Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.

v               Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju.

v               Orientasi ke masa depan.

v               Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya.

  1. B. Faktor-faktor penghambat perubahan sosial antara lain :

v               Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.

v               Perkembangan hubungan dengan masyarakat-masyarakat.

v               Sikap masyarakat yang sangat tradisional.

v               Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat sekali atau vested interest.

v               Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan.

v               Prasangka terhadap hal-hal yang baru atau asing atau sikap yang tertutup.

v               Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis.

v               Adat atau kebiasaan.

v               Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki.

  1. 3. FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL

Ada dua faktor yang menjadi penyebab perubahan sosial, yaitu faktor ekstern dan faktor intern.

  1. Faktor intern adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat. Faktor-faktor tersebut antara lain :

v               Bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk.

v               Pemberontakan atau revolusi dalam tubuh masyarakat sendiri.

v               Konflik dalam masyarakat.

Bentuk-bentuk konflik dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :

a)      Konflik antara individu dengan individu.

b)      Konflik antara individu dengan kelompok.

c)      Konflik antara kelompok dengan kelompok.

d)      Konflik antargenerasi.

v               Adanya penemuan-penemuan baru (inovasi)

Di masyarakat terjadinya inovasi d melalui dua tahap yaitu discovery dan invention. Discovery adalah penemuan-penemuan baru dari suatu unsur kebudayaan baru baik berupa alat yang baru, maupun berupa suatu ide baru yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan dari individu-individu dalam masyarakat yang bersangkutan. Invention adalah upaya menghasilkan suatu unsur-unsur kebudayaan lama yang telah ada dalam masyarakat. Discovery berubah menjadi  invention jika masyarakat sudah mengakui, menerima, bahkan menerapkan penemuan tersebut.

Faktor-faktor pendorong individu melakukan inovasi antara lain :

a)      Kesadaran dari orang perorangan akan kekurangan dalam kebudayaan.

b)      Kualitas dari ahli-ahli dalam kebudayaan.

c)      Perangsang bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalam masyarakat dan kebudayan.

Beberapa bentuk penemuan baru yang dapat mendorong terjadinya perubahan sosial sebagai berikut :

a)      Penemuan baru yang menyebar ke segala arah.

Contoh : penemuan pesawat radio dapat menyebabkan perubahan-perubahan bidang lain, seperti pendidikan, pemerintah, pertanian, perekonomian, jasa

dan lain-lain

b)      Penemuan baru yang berdampak terjadinya perubahan-perubahan yang menjalar dari satu lembaga ke lembaga kemasyarakatan yang lain.

Contoh : penemuan pesawat radio dapat membawa pengaruh pada sistem transportasi udara. Perubahan sistem transportasi udara dapat mempengaruhi alat tempur, perubahan alat tempur mempengarhui organisasi kemiliteran dan seterusnya.

c)      Penemuan-penemuan baru dapat menimbulkan suatu jenis perubahan.

Contoh : penemuan kapal laut, peta bumi, dan alat penentu arah (kompas), dapat menumbuhkan sikap kolonialisme.

  1. Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang berasal dari luar masyarakat. Faktor-faktor tersebut antara lain :

v               Masuknya kebudayaan dari masyarakat lain melalui kontak budaya.

v               Berubahnya kondisi alam fisik, seperti gempa bumi, tsunami, musibah banjir dan lain-lain.

v               Peperangan dengan negara lain

  1. 4. DAMPAK POSITIF PERUBAHAN SOSIAL

Perubahan sosial yang terjadi membawa dampak positif bagi masyarakat. Dampak positif tersebut antara lain :

  1. A. Globalisasi

Globalisasi adalah proses integrasinya bangsa-bangsa di dunia ke dalam sebuah sistem global yang melintasi batas-batas suatu negara. Akibat globalisasi masuknya paham-paham Barat ke Indonesia, seperti :

v               Individualisme, yaitu suatu paham yang mementingkan kepentingan diri sendiri (individu)

v               Materealistis, yaitu suatu paham yang selalu mengutamakan segala sesuatu berdasarkan materi.

v               Sekularisme, yaitu suatu paham yang selalu mencerminkan kehidupan keduniawian.

v               Hedonisme, yaitu suatu paham yang melihat bahwa kesenangan atau kenikmatan menjadi tujuan hidup dan tindakan manusia.

  1. B. Modernisasi

Modernisasi adalah suatu proses perubahan dari cara-cara tradisional ke cara-cara baru yang lebih maju, di mana dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Syarat-syarat munculnya modernisasi antara lain :

v               Cara berpikir ilmiah yang berkembang di masyarakat.

v               Sistem administrasi negara yang baik.

v               Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.

v               Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa.

v               Tingkat organisasi yang tinggi.

v               Sentralisasi wewenang dalam pelaksaan social planning.

  1. C. Demokratis

Demokrasi adalah upaya melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu secara demokrasi. Demokrasi adalah gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan perlakuan yang sama bagi semua orang. Adanya demokratisasi dalam sebuah bangsa. Adanya demokratisasi dalam sebuah bangsa akan menciptakan kedamaian dan ketentraman bagi warga tersebut. Hak dan kewajiban semua warga dianggap sama tanpa ada perbedaan. Sistem pemerintah hanya diatur oleh seluruh rakyat melalui perantara, yaitu wakil rakyat.

  1. 5. DAMPAK NEGATIF PERUBAHAN SOSIAL

Perubahan sosial yang terjadi dapat pula membawa dampak negatif bagi masyarakat. Dampak tersebut antara lain :

  1. A. Westernisasi

Westernisasi adalah suatu proses peniruan oleh suatu masyarakat atau negara tentang kebudayaan dari negara-negara Barat yang dianggap lebih baik dari kebudayaan negara sendiri.

  1. B. Sekularisasi

Sekularisasi adalah suatu proses pembedaan antara nilai-nilai keagamaan (spiritual) dengan nilai-nilai kepentingan keduniaan (material). Jadi, sekuler adalah semacam ideologi yang menganggap bahwa hidup ini adalah semata-mata untuk kepentingan dunia.

  1. C. Konsumerisme

Konsumerisme adalah suatu paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, dan lain-lain.

  1. D. Hedonisme

Hedonisme adalah sutau paham yang melihat bahwa kesenangan atau kenikmatan menjadi tujuan hidup dan tindakan manusia.

  1. 6. HAKIKAT LEMBAGA SOSIAL
    1. A. Pengertian Lembaga Sosial

Lembaga sosial merupakan terjamahan dari social institution. Akan tetapi, ada pula yang menyebut lembaga sosial sebagai lembaga sosial. Oleh karena itu, dalam ilmu sosial antara lembaga sosial dengan lembaga sosial mempunyai kesamaan arti. Berikut ini pengertian lembaga sosial dari beberapa ahli sosial.

v               Robert Mac Iver dan Charles H. Page

Lembaga sosial sebagai tata cara atau prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam suatu kelompok masyarakat.

v               Leopold von Wiese dan Howard Becker

Lembaga sosial adalah suatu jaringan dari proses-proses hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia yang berfungsi untuk memelihara hubungan-hubungan tersebut serta pola-pola sesuai dengan kepentingan manusia.

v               Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Lembaga sosial adalah semua norma dari segala tingkat yang berkisar pada suatu ketentuan pokok dalam kehidupan masyarakat yang merupakan suatu kelompok.

v               Soerjono Soekanto

Lembaga sosial adalah himpunan himpunan norma-norma yang berksiar pada kebutuhan pokok dalam masyarakat.

  1. B. Fungsi Lembaga Sosial

Fungsi lembaga sosial antara lain :

v               Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok.

v               Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan.

v               Memberi pegangan kepada anggota masyarakat untuk mengadakan pengawasan terhadap tingkah laku para anggota.

  1. C. Syarat-syarat Lembaga Sosial

Syarat-syarat terbentuknya lembaga sosial antara lain :

v               Suatu tata kelakuan yang baku, yang bisa berupa norma-norma dan adat istiadat yang hidup dalam ingatan maupun tertulis.

v               Kelompok-kelompok manusia yang menjalankan aktivitas bersama dan saling berhubungan menurut sistem norma-norma tersebut.

v               Suatu pusat aktivitas yang bertujuan memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan tertentu, yang didasari dan dipahami oleh kelompok-kelompok yang bersangkutan.

v               Mempunyai perlengkapan dan peralatan.

v               Sistem aktivitas manusia dalam kurun waktu tertentu.

  1. 7. TIPE-TIPE LEMBAGA SOSIAL

Menurut Gillin dan Gillin, lembaga sosial dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe. Tipe-tipe tersebut antara lain :

  1. A. Lembaga sosial dilihat dari sudut perkembangannya, yaitu :

v               Crescive institutions, adalah lembaga sosial yang tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh : lembaga hak milik, perkawinan, agama dan lain-lain.

v               Enacted institutions, merupakan lembaga sosial yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh lembaga utang piutang, lembaga perdagangan, lembaga-lembaga pendidikan, dan lembaga swadaya masyarakat.

  1. B. Lembaga sosial dilihat dari sudut sistem nilai-nilai yang diterima masyarakat, yaitu :

v               Basic institutions, merupakan lembaga sosial yang penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contoh : keluarga, sekolah, negara, dan lain-lain.

v               Subsidiary institutions, merupakan lembaga sosial yang berkaitan dengan hal-hal yang dianggap oleh masyarakat kurang penting. Contoh : keluarga, sekolah, negara, dan lain-lain.

  1. C. Lembaga sosial dilihat dari sudut penerimaan masyarakat, yaitu :

v               Approved atau sanctioned intitutions, merupakan lembaga sosial yang diterima masyarakat. Contoh : sekolah, perusahaan dagang, dan lain-lain.

v               Unsanctioned institutions, merupakan lembaga sosial yang ditolak oleh masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu memberantasnya. Misal : kelompok penjahat, kelompok pemeras, pencoleng, dan lain-lain.

  1. D. Lembaga sosial dilihat dari sudut penyebarannya, yaitu :

v               General isntitutions, merupakan lembaga sosial yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat dunia. Misalnya lembaga agama.

v               Restricted institutions, merupakan lembaga sosial yang dikenal oleh masyarakat tertentu saja. Misalnya : lembaga agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan lain-lain.

  1. E. Lembaga sosial dilihat dari sudut fungsinya, yaitu :

v               Operative instituions merupakan lembaga sosial yang berfungsi menghimpun pola-pola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari masyarakat yang bersangkutan. Contoh : lembaga industri.

v               Regulative institutions merupakan lembaga sosial yang bertujuan mengawasi tata kelakuan yang ada dalam masyarakat. Contoh : lembaga hukum seperti kejaksaan, pengadilan dan lain-lain.

  1. 8. FUNGSI LEMBAGA KELUARGA DAN LEMBAGA PENDIDIKAN
    1. A. Fungsi Lembaga Keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri atas ayah, ibu dan anak-anak.

Pendapat para ahli tentang pengertian keluarga sebagai berikut :

v               Menurut Amrose, keluarga adalah kelompok sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah, adopsi, atau perkawinan.

v               Menurut Emory S. Bogardus, keluarga merupakan bentuk kelompok sosial yang ditandai oleh ciri-ciri dan tujuan keluarga.

v               Menurut Horton, keluarga adalah suatu kelompok kekerabatan yang menyelenggarakan pemeliharaan anak dan kebutuhan manusiawi tertentu lainnya.

Karakteristik atau ciri keluarga adalah :

  1. Terjadinya hubungan pasangan diantara dua jenis.
  2. Terbentuk kerena diikat melalui perkawinan yang dapat mengukuhkan keluarga tersebut.
  3. Adanya pengakuan yang resmi dari anak-anak keturunannya.
  4. Kehidupan ekonomi diselenggarakan bersama.
  5. Adanya bentuk kehidupan rumah tangga.

Lembaga keluarga adalah sistem norma atau kaidah yang mengatur tingkah laku dalam keluarga. Fungsi lembaga keluarga antara lain :

  1. Fungsi pengaturan kebutuhan biologis.
  2. Fungsi reproduksi.
  3. Fungsi ekonomi.
  4. Fungsi edukatif.
  5. Fungsi sosialisasi.
  6. Fungsi religius.
  7. Fungsi emosional/perasaan.
  8. B. Fungsi Lembaga Pendidikan

Fungsi lembaga pendidikan antara lain :

v               Perantara dalam proses pewarisan kebudayaan.

v               Tempat melakukan penelitian.

v               Menyiapkan seseorang dalam peranan sosial yang dikehendaki.

v               Membantu penyesuaian diri dan mengembangkan hubungan sosial.

v               Menyajikan landasan penilaian dan pemahaman status.

Paul Horton dan Hunt membagi lembaga pendidikan menjadi :

1)      Fungsi manifes adalah mempersiapkan anggota masyarakt untuk mencari nafkarh hidup, mengembangkan profesi seseorang, serta menanamkan keterampilan di masyarakat.

2)      Fungsi laten adalah fungsi yang tersembunyi dalam lembaga pendidikan.

  1. C. Fungsi Lembaga Politik

Lembaga sosial politik merupakan suatu sistem norma yang berisi peraturan-peraturan mengenai penyelenggaraan kekuasaan dan menyangkut tentang siapa, akapan, dan bagaimana memperoleh kekuasaan.

Fungsi lembaga politik sebagai berikut :

v               Menginstruksikan norma lewat peraturan perundang-undangan.

v               Melaksanakan undang-undang yang telah disetujui.

v               Menyelesaikan konflik yang terjadi.

v               Menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat.

v               Melindungi warga negara dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Bentuk-bentuk lembaga politik antara lain :

1)      Eksekutif

2)      Yudikatif

3)      Legislatif

4)      Militer

5)      Partai Politik

  1. D. Fungsi Lembaga Agama

Lembaga agama/religi adalah  sistem yang mewasai masyarakat yang mempunyai keyakinan dengan praktik keagamaan yang berhubungan dengan sang maha pencipta.

Pada agama terdapat beberapa  unsur :

1)      Kepercayaan agama.

2)      Simbol agama.

3)      Praktik agama.

4)      Pemeluk agama.

5)      Pengalaman keagamaan.

Fungsi lembaga agama antara lain :

1)      Sebagai dorongan untuk merumuskan identitas moral.

2)      Menafsirkan tentang eksistensi manusia.

3)      Meningkatkan kehidupan sosial dan mempererat kohesi sosial.

Fungsi manifes lembaga agama adalah :

1)      Doktrin adalah bentuk keyakinan yang menjabarkan hubungan manusian dengan Tuhan (vertikal) dan hubungan antar manusia (horizontal).

2)      Ritual adalah sekelompok aturan sebagai dasar pelaksanaan praktik keagamaan.

3)      Seperangkat norma perilaku yang konsisten dengan doktrin tersebut.

Fungsi laten lembaga agama antara lain :

1)      Menggerakkan manusia untuk hidup dan memberi dorongan/semangat hidup.

2)      Memenuhi kebutuhan masyarakat akan tegaknya dan kuatnya perasaan, ide-ide kolektif yang menjadi inti dan ciri persatuan.

MENYUSUN RANCANGAN PENELITIAN

A. Pengertian Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian adalah pokok-pokok perencanaan seluruh penelitian yang tertuang   dalam suatu kesatuan naskah secara ringkas, jelas, dan utuh.

B.Manfaat Rancangan Penelitian Sosial

Rancangan penelitian sosial mempunyai manfaatantara lain :

v               Rancangan penelitian menentukan batas-batas penelitian yang berhubungan dengan tujuan penelitian.

v               Rancangan penelitian menjadi pedoman yang jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitian.

v               Rancangan penelitian memberikan arah  tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan-kesuliatan yang akan dihadapi saat penelitian.

C.Syarat-syarat Rancangan Penelitian

Syarat-syarat rancangan penelitian antara lain :

v               Sistematis, atinya unsur-unsur yang ada dalam rancangan penelitian harus tersusun dalam urutan yang logis.

v               Konsisten, artinya terdaapt kesesuaian  diantara unsur-unsru tersebut.

v               Operasional, artinya dapat menjelaskan bagaimana penelitian itu dilaksanakan.

D.Isi Rancangan Penelitian

Isi rancangan penelitian atau proposal penelitian adalah :

v               Latar belakang masalah.

v               Rumusan masalah penelitian.

v               Tujuan dan manfaat penelitian.

v               Tinjauan kepustakaan.

v               Hipotesa.

v               Batasan konsep.

v               Metodologi penelitian.

E.MENENTUKAN TOPIK DAN JUDUL PENELITIAN

Topik penelitian adalah isi pokok  dari suatu penelitian. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan topik penelitian adalah :

v               Topik harus terjangkau oleh peneliti.

v               Topik dipandang penting dan menarik untuk diteliti.

v               Topik harus memiliki kegunaan praktis dan teoritis.

v               Topik yang akan diteliti harus didukung data yang cukup.

v               Topik yang diteliti harus memungkinkan dengan dukungan dana yang ada.

  1. F. Menentukan Judul Penelitian

Fungsi judul penelitian adalah menunjukkan kepada pembaca inti dari objek penelitian, subjek penelitian, dan sifat penelitian yang digunakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan judul penelitian antara lain :

v               Judul ditulis singkat, padat dan jelas.

v               Judul mencerminkan spesifikasi masalah penelitian yang diteliti.

v               Judul membuat variabel-variabel utama yang dilibatkan dalam penelitian.

v               Judul menyebutkan secara jelas jenis hubungan antarvariabel.

v               Judul mengungkapkan objek yang diteliti.

  1. G. Merumuskan Masalah Penelitian

Masalah penelitian adalah suatu pertanyaan yang mengungkapkan adanya hubungan antar variabel yang ingin ditemukan jawabannya. Masalah muncul manakala terjadi kesenjangan antara kenyataan dengan harapan.

Sumber masalah penelitian dapat diambil melalui :

1)      Literatur.

2)      Diskusi, seminar, simposium, dan lain-lain.

3)      Pernyataan pemegang otoritas.

4)      Pengamatan sepintas.

5)      Pengalaman pribadi.

6)      Perasaan intuitif.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan masalah adalah :

1)      Menggunakan kalimat pertanyaan.

2)      Mengungkapkan variabel-variabel penelitian.

3)      Mengungkapkan jenis hubungan antarvariabel yang ada.

4)      Mengungkapkan objek penelitian.

Bentuk-bentuk masalah penelitian antara lain :

1)      Permasalahan deskriptif.

2)      Permasalahan komparatif.

3)      Permasalahan asosiatif.

  1. H. MENENTUKAN POPULASI, SAMPEL, DAN PENDEKATAN PENELITIAN

1.Populasi

Populasi adalah seluruh unsur atau elemen yang menjadi anggota dalam suatu kesatuan yang akan diteliti.

2.Sampel

Sampel adalah bagian populasi yang dipilih untuk penelitian yang karateristiknya dianggap mewakili seluruh populasi.

Langkah-langkah dalam pemilihan sampel, yaitu :

  1. i.                                                      Menentukan karakteristik populasi.
  2. ii.                                                      Menentukan teknik pemilihan sampel.
  3. iii.                                                      Menentukan besar sampel.
  4. iv.                                                      Memilih sampel.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan sampel antara   lain :

1)      Homogenitas.

2)      Banyak tidaknya variabel ekstra.

3)      Perlu tidaknya melakukan analisis subkelompok.

4)      Tersedia tidaknya tes statistik.

Teknik-teknik pengambilan sampel antara lain :

1)      Sampel acak sederhana (simple random sampling).

2)      Sampel stratifikasi (stratified sampling).

3)      Sampel rumpun (cluster sampling).

4)      Sampel purposif (purposive sampling).

5)      Sampel insidental (insidental sampling).

6)      Sampel bola salju (snow ball sampling).

3.Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian sosial mengenal dua pendekatan, yaitu :

A .Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang berusaha untuk mengungkapkan kenyataan sosial dengan melihat saling ketergantungan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Termasuk dalam metode ini adalah metode peneltian survey dan metode eksperimen

.

B.Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang berusaha menangkap kenyataan sosial sebagai keseluruhan utuh, dan tuntas sebagai satu kesatuan kenyataan. Termasuk dalam metode ini adalah metode grounded research, metode etnografis, dan metode historis.

I. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

  1. a. Data Peneltian

Data penelitian adalah fakta atau keterangan-keterangan yang ingin diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti.

Berdasarkan cara memperolehnya, data dibedakan menjadi :

1 .Data Primer, yaitu data yang dikumpulkan dari tangan pertama dan diolah oleh  organisasi atau perorangan.

2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh suatu organisasi atau perorangan melalui    sumber yang tidak langsung

Jika dilihat dari sifatnya, data dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu :

1)      Data kualitatif, yaitu data yang tidak berbentuk angka, tetapi lebih banyak berupa deskripsi, ungkapan atau makna-makna tertentu yang harus diungkap peneliti.

2)      Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka dan hasilnya dapat diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik statistik.

J.Pengumpulan Data

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan data antara lain :

  1. Peneliti harus memahami tujuan penelitian.
  2. Peneliti memusatkan hipotesis atau hal-hal yang perlu dipecahkan dalam penelitian.
  3. Peneliti harus memahami sampel yang menjadi sumber data.
  4. Peneliti harus memahami pedoman kerja.
  5. Peneliti harus memahami dan mendokumentasikan data.

Adapun cara memperoleh data guna pengumpulan data dalam penelitian sosial adalah :

1)      Teknik observasi, yaitu metode pengumpulan data dengan mengamati langsung di lapangan.

2)      Teknik wawancara, yaitu teknik komunikasi langsung antara peneliti dan sampel.

3)      Angket (kuesioner), yaitu suatu daftar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab secara tertulis oleh responden.

4)      Tes, yaitu serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuanm intelegensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.

K.PENGOLAHAN DATA KUALITATIF

  1. 1. Pengolahan data kualitatif melewati tiga tahap pemrosesan, yaitu :

a.Reduksi data adalah suatu proses pemilihan data, pemusatan perhatian pada penyederhanaan data, pengabstrakan data, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Dalam kegiatan reduksi dilakukan pemilihan-pemilihan tentang bagian mana yang perlu dikode, dibuang dan diringkas. Kegiatan reduksi data dimaksudkan untuk : penajaman, penggolongan, pengarahan, pembuangan data yang tidak perlu, dan pengorganisasi data sebagai bahan penarikan kesimpulan.

b.Penyajian data sebagai sekumpulan informasi yang tersusun sehingga memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data berbentuk teks naratif, matriks, grafik, jaringan dan bagan.

c.Menarik kesimpulan/verifikatif adalah suatu kegiatan dalam pembentukan konfigurasi yang utuh dan menyeluruh.

Ada tiga hal yang perlu dikuasai dalam pengolahan data kualitatif adalah :

1.Kemampuan memerinci fokus masalah yang benar untuk menelaah secara mendalam.

2.Kemampuan melacak, mencatat, dan mengorganisasikan data untuk masing-masing fokus, kategori, atau pokok masalah.

3.Kemampuan melukiskan dan menuturkan apa yang dipahami dan diketahui tentang masalah yang diteliti ke dalam uraian kalimat yang deskriptif dan interpretatif.

  1. 2. PENGOLAHAN DATA KUANTITATIF

Proses pengolahan data kuantitatif melawati tiga tahap awal, yaitu :

a.Editing, yaitu proses memeriksa data yang sudah terkumpul meliputi kelengkapan isian, keterbacaan tulisan, kejelasan jawaban, relevansi jawaban, keseragaman satuan data yang digunakan dan lain-lain.

b.Coding, yaitu kegiatan memberikan kode pada setiap data yang terkumpul di setiap instrumen penelitian.

c.Tabulating, yaitu memasukkan data-data yang sudah dikelompokkan ke dalam tabel-tabel yang mudah dipahami.

Pengolahan data secara kuantitatif melalui dua teknik yaitu :

1)      Distribusi Frekuensi/Sebarang Frekuensi

Data hasil penelitian disusun dan dihitung jumlahnya agar dapat dilukiskan dalam tabel frekuensi. Apabila data yang diperoleh dalam jumlah yang banyak maka data-data tersebut perlu dikelompokkan ke dalam beberapa interval kelas.

2)      Ukuran Memusat/Tendensi Sentral

Ukuran memusat/tendensi sentral adalah bilangan yang mewakili keseluruhan data. Pengukutan yang sering digunakan adalah mean, modus dan median.

a.Mean

Adalah bilangan yang berasal dari jumlah keseluruhan skor dibagi dengan banyak subjek.

Mean =

Untuk data kelompok. Frekuensi interval (fx) diperoleh dari hasil pengalian antara titik tengah dan frekuensi. Titik tengah dihasilkan dari penambahan antara interval kelas atas dengan interval kelas bawah dibagi menjadi dua.

b.Modus

Adalah nilai yang mempunyai frekuensi tertinggi dalam suatu kelompok atau skor paling banyak yang diperoleh subjek.

Rumus 1 :

Mo = L +  x i

Batas bawah nyata interval kelas yang mengandung modus (L) didapat dari nilai bawah kelas yang mengandung modus dikurangi 0,5.

Rumus 2 :

Mo = U –  x i

Batas atas nyata interval kelas yang mengandung modus (U) didapat dari nilai atas kelas yang mengandung modus ditambah 0,5

c.Median

Adalah titik tengah yang membagi seluruh bilangan (data) menjadi dua bagian sama besar.

Data Tunggal :

Median =

k =

Data Kelompok :

Jika dilihat dari atas :

Md = Lmd +  x  i

Jika dilihat dari bawah :

Md = Umd –   x  i

L.FUNGSI LAPORAN PENELITIAN

1.Pengertian Laporan Penelitian

Laporan penelitian adalah uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses kegiatan penelitian. Laporan dapat berupa makalah, skripsi, tesis, disertasi, jurnal, dan lain-lain.

2.Manfaat Laporan Penelitian

Manfaat laporan penelitian dapat dirasakan oleh semua pihak, seperti :

  1. a.       Bagi Peneliti, laporan penelitian merupakan bukti bahwa peneliti telah menemukan sesuatu, sebagai sarana untuk menunjukkan hak temuannya agar dikenal oleh banyak pihak, dan membuat hasil temuan menjadi lebih bermakna.
  2. b.       Bagi Ilmuwan, laporan penelitian sebagai sarana untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan.
  3. c.       Bagi Pemerintah, birokrat, dan pengambil keputusan, laporan penelitian bermanfaat untuk penentuan kebijaksanaan sehingga daya dukung kebijaksanaan tersebut kuat.
  4. d.       Bagi masyarakat luas, laporan penelitian menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih sempurna dan semakin mudah.

M.Isi Laporan Penelitian

Isi laporan dapat digambarkan sebagai berikut :

1.Bagian Pembukaan/Awal/Pendahuluan

a. Judul penelitian

b. Kata Pengantar

c.Daftar isi

d.Daftar Tabel

e.Daftar gambar/ilustrasi/diagram

2.Bagian Isi/pokok/Utama

a.Bab I    Pendahuluan

b.Bab II   Tinjauan Pustaka

c.Bab III  Metodologi penelitian

d. Bab IV Pembahasan hasil penelitian

e.BAB V Kesimpulan dan saran

3.Bagian Penutup

a.Daftar penutup

b.Lampiran-lampiran

c.Indeks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: